Ku awali semua dengan بسم الله الرّحمن الرّحيم
Ceritaku hari ini berawal jam 08.25 WIB setelah melakukan rutinitas, baik itu membersihkan mesjid mencuci, dan mandi pagi. Rencana awal, aku dan kawan-kawan perkuliahan hendak bersama-sama memakai Jas kebanggaan IAIC menuju ke suatu acara pernikahan teman kami yang berlokasi di Pamayangsari Kecamatan Cipatujah. Namun, rencana tinggallah sebuah rencana, dikarenakan berbagai alasan, akhirnya kami berangkat masing-masing ke acara tersebut, dan tidak jadi "ngabring" yang telah kami rencanakan sebelumnya.
Oke,,, sudalah... Saatnya lanjut ke cerita berikutnya!
Curug Dengdeng, sudah lama ku mendengar nama itu... Sejak aku masih duduk di bangku SMA...
Hari ini (14 mei 2015), siswa-siswi kelas XI SMA PLUS AL-FALAH memiliki rencana mengisi kegiatan libur tanggal merah dengan mengunjungi curug tersebut. Mereka akan berangkat sekitar pukul 09.00 WIB.
Mendengar hal itu, aku dan rekan kerjaku di sekolah merasa tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut, karena konon katanya keindah Curug Dengdeng sangat mempesona. Okelah, aku setuju untuk ikut dengan mereka. Tapi sebelumnya aku mesti berangkat dulu ke acara pernikahan sahabatku tadi, dan ku minta agar mereka sejenak dapat menunggu. Aku berkeyakinan bahwa acara pernikahan akan cukup ku hadiri selama 10 menit. tapi ternyata oh ternyata, pada saat aku tiba disana, akad baru dimulai, jadi yaaa aku harus menunggu karena aku ingin bertemu dulu dengan sahabatku tadi. 10 menit, 20 menit, 1 jam, dan tak terasa hampir 2 jam menunggu, akhirnya segala kegiatan inti pernikahan (seperti khutbah nikah, akad, saweran, buka pintu, dan kegiatan yang lainnya) selesai, setelah itu barulah aku bertemu dengan sahabatku yang tengah duduk manis di kursi pelaminan, sambil bersalaman ku ucapkan "بارك الله لك وبرك عليك وجمع بينكمافي الخير" Semoga Alloh memberi segala keberkahan pada kalian berdua. Aamiin.
Sekitar jam 11.00 WIB, aku dan rekanku pulang ke sekolah tempat dimana kami berkumpul tadi, namun ternyata siswa-siswi tadi memutuskan untuk berangkat sejak tadi karena merasa lama menunggu kami. Ya sudahlah.
Sempat hampir putus asa dan hampir tidak jadi berangkat, akhirnya ada satu rekan kerjaku lagi yang sama-sama akan berangkat kesana (ke Curug Dengdeng). Okelah, kami bertiga berangkat menggunakan 1 kendaraan matic dan 1 kendaraan antik. Di simpang jalan menuju ke tempat tujuan, kami membeli 1,5 kg ikan dengan maksud untuk sedikit mengadakan acara makan-makan. Perjalalanan dimulai. Jujur saja, jalan menuju
ke tempat ini tidaklah seindah tempat yang kami tuju. Kami harus berjibaku dengan jalanan berbatu, sempat tersesat ke jalan buntu, tapi kami tetap maju. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, akhirnya kami sampai di Curug Dengdeng yang "harusnya" menjadi salah satu tempat wisata di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan. Subhanallooh... Maha suci Alloh dengan segala kesempurnaan ciptaan-Nnya.
Aku terpukau luar biasa melihat lebih dari 2 tempat air terjun setinggi kurang lebih 10 meter... Di tempat ini terdapat 2 air terjun besar, dan beberapa air terjun kecil yang letaknya seperti tangga...
Beberapa saat kami sejenak melepas lelah dan penat di tempat ini tanpa berhenti bersyukur atas nikmat yang telah الله berikan pada kami...
Selepas itu, kami melanjutkan perjalanan ke salah satu rumah siswi untuk hendak "ngaliwet" plus bakar ikan yang tadi kami beli. Subhanalloh, Nikmatnya makan bersama kawan dan siswa-siswi. Menu makannya terdiri dari LIWET, IKAN BAKAR, PEUTEUY (pete), SAMBEL, dan beberapa jenis kerupuk. Nikmat manakah yang kita dustakan?
Setelah segala kegiatan selesai, kami pulang sekitar pukul 14.15 WIB menggunakan jalan yang berbeda, yaitu menggunakan jalan yang menggunakan jasa Rakit Penyebrangan... Sampailah kami kembali ke tempat awal dengan selamat, sehat, dan membawa berbagai cerita yang nikmat.
Ya itulah kegiatanku hari ini, semoga kita yang menulis dan membaca dapat membawa makna kebaikan dari semua tulisan ini...
--- Tak Ada Alasan Untuk Tidak Bersyukur---
Ceritaku hari ini berawal jam 08.25 WIB setelah melakukan rutinitas, baik itu membersihkan mesjid mencuci, dan mandi pagi. Rencana awal, aku dan kawan-kawan perkuliahan hendak bersama-sama memakai Jas kebanggaan IAIC menuju ke suatu acara pernikahan teman kami yang berlokasi di Pamayangsari Kecamatan Cipatujah. Namun, rencana tinggallah sebuah rencana, dikarenakan berbagai alasan, akhirnya kami berangkat masing-masing ke acara tersebut, dan tidak jadi "ngabring" yang telah kami rencanakan sebelumnya.
![]() |
| Mr. Iwan Ridwan dan Mr. Irpan di Curug Dengdeng |
Curug Dengdeng, sudah lama ku mendengar nama itu... Sejak aku masih duduk di bangku SMA...
Hari ini (14 mei 2015), siswa-siswi kelas XI SMA PLUS AL-FALAH memiliki rencana mengisi kegiatan libur tanggal merah dengan mengunjungi curug tersebut. Mereka akan berangkat sekitar pukul 09.00 WIB.
Mendengar hal itu, aku dan rekan kerjaku di sekolah merasa tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut, karena konon katanya keindah Curug Dengdeng sangat mempesona. Okelah, aku setuju untuk ikut dengan mereka. Tapi sebelumnya aku mesti berangkat dulu ke acara pernikahan sahabatku tadi, dan ku minta agar mereka sejenak dapat menunggu. Aku berkeyakinan bahwa acara pernikahan akan cukup ku hadiri selama 10 menit. tapi ternyata oh ternyata, pada saat aku tiba disana, akad baru dimulai, jadi yaaa aku harus menunggu karena aku ingin bertemu dulu dengan sahabatku tadi. 10 menit, 20 menit, 1 jam, dan tak terasa hampir 2 jam menunggu, akhirnya segala kegiatan inti pernikahan (seperti khutbah nikah, akad, saweran, buka pintu, dan kegiatan yang lainnya) selesai, setelah itu barulah aku bertemu dengan sahabatku yang tengah duduk manis di kursi pelaminan, sambil bersalaman ku ucapkan "بارك الله لك وبرك عليك وجمع بينكمافي الخير" Semoga Alloh memberi segala keberkahan pada kalian berdua. Aamiin.
![]() | ||
| Mr. Irpan, Mr. Iwan Ridwan dan sebagian siswa siswi |
Sempat hampir putus asa dan hampir tidak jadi berangkat, akhirnya ada satu rekan kerjaku lagi yang sama-sama akan berangkat kesana (ke Curug Dengdeng). Okelah, kami bertiga berangkat menggunakan 1 kendaraan matic dan 1 kendaraan antik. Di simpang jalan menuju ke tempat tujuan, kami membeli 1,5 kg ikan dengan maksud untuk sedikit mengadakan acara makan-makan. Perjalalanan dimulai. Jujur saja, jalan menuju
ke tempat ini tidaklah seindah tempat yang kami tuju. Kami harus berjibaku dengan jalanan berbatu, sempat tersesat ke jalan buntu, tapi kami tetap maju. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, akhirnya kami sampai di Curug Dengdeng yang "harusnya" menjadi salah satu tempat wisata di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan. Subhanallooh... Maha suci Alloh dengan segala kesempurnaan ciptaan-Nnya.
Aku terpukau luar biasa melihat lebih dari 2 tempat air terjun setinggi kurang lebih 10 meter... Di tempat ini terdapat 2 air terjun besar, dan beberapa air terjun kecil yang letaknya seperti tangga...
Beberapa saat kami sejenak melepas lelah dan penat di tempat ini tanpa berhenti bersyukur atas nikmat yang telah الله berikan pada kami...
Selepas itu, kami melanjutkan perjalanan ke salah satu rumah siswi untuk hendak "ngaliwet" plus bakar ikan yang tadi kami beli. Subhanalloh, Nikmatnya makan bersama kawan dan siswa-siswi. Menu makannya terdiri dari LIWET, IKAN BAKAR, PEUTEUY (pete), SAMBEL, dan beberapa jenis kerupuk. Nikmat manakah yang kita dustakan?
Setelah segala kegiatan selesai, kami pulang sekitar pukul 14.15 WIB menggunakan jalan yang berbeda, yaitu menggunakan jalan yang menggunakan jasa Rakit Penyebrangan... Sampailah kami kembali ke tempat awal dengan selamat, sehat, dan membawa berbagai cerita yang nikmat.
Ya itulah kegiatanku hari ini, semoga kita yang menulis dan membaca dapat membawa makna kebaikan dari semua tulisan ini...
![]() |
| @Visit Curug Dengdeng Cipatujah Kab. Tasikmalaya |



Nice Post..
BalasHapusCik atuh ah... rek ngajaran ulin...
monggo brung.... :-)
BalasHapus